Kamis, 04 Desember 2014

Rintik Hujan Kenangan

Rintik  hujan turun perlahan
Memeluk senja di kota kenangan
Desah angin melambai menyambut badai
Kabut kelam datang dengan gemulai

Ada risau terbalut senyuman
Ada tawa berhias tangisan
Pelangi tak pernah datang saat petang
Namun fajar tak datang bersama bintang

Masihkah engkau seperti dahulu
Mengecup mesra kedua pipiku
Bahkan kelanaku tak pernah usai
Juga perangmu tak kunjung kau mulai

Seruan Tuhan memecah lamunan
Suara malam datang perlahan
Beradu dengan alunan rintik hujan
Disinilah aku tertahan di kota kenangan


Malang,
BK-04122014

Senin, 10 Maret 2014

The Light in the Dark

My past has passed and go away
these time I have opportunities straight away the future
Tomorrow is just a day with a thousand dreams
Every time, every breath, and every hope
Is a little gift from You

When the sunlight goes away from the sky
When the dark come and the moon hiding in the back of clouds
All I see is just dark
Seems the delightful day has passed
It just like all hope is gone

Another day without Your light
Another day without Your love
It is difficult to me to walk alone this way
It is not easy to hold out this life
So I'd say give me a little hope
A little light from Your side
And I wish You will never leave me alone

On the darkness You are the light
On the coldness day You are the warmth
You are a rainbow after the rain
I am nothing till I know You
And I am strong at Your presence

I feel You right here in my heart
I see You in this solitude
They call You as The Lord of this Universe
And I call you ALLAH
The most helpful light in the dark

Rabu, 04 Desember 2013

Pagiku

pandangan ini melayang jauh tak terbatas
namun yang terlihat hanya sebatas ilusi
bila menengadah ke atas
lautan awan bersama Tuhan menari nari

jari jemari ini tak lagi beku
mata pun tak jua melepuh
lantunan lagu lagu syurga yang ku nyanyikan
seperti hujan yang meredam kebakaran hutan
lentera dunia telah menyala
maka kan ku antar raga dalam derita ini
terbang jauh bersama mentari pagi

Minggu, 10 November 2013

Rindumu Sahabat

banyak hal yang datang untuk pergi
tak banyak yang abadi
namun semua resah terobati
melihat tawamu sahabat hati

pelangi setelah hujan datang
menyambut esok yang camerlang
meski malam tak berbintang
hadirmu sahabat buatku tenang

sahabatku kau selalu kurindu
meski tiada lagi bayangmu
aku menanti dalam sendu
kehadiranmu sungguh berati untukku

teringat saat kita tertawa
bebas, lepas dan bahagia
kau bagai surga dunia
sahabat jiwa dalam derita

tahukan kau aku rindu
hal indah yang penuh haru
kebersamaan ini terpisah waktu
senyuman kini kian semu


Rabu, 06 November 2013

The Rains

When the rains begin to down
The rainbow starts to be appear
Like the sun rises after the dark night
It will light up your deeply soul
Change your world as you want
But it still an imagination till you reach it

The wind that caress my closed eyes
Hurting and stick to the heart
Like you do
Trying to change my mind
To lose my memories
The sweetest memories

The rains were truly love clouds
However, they never meet in a long time
Since they are extremely different
That is a fact
Someone who loves you indeed
Never leave you alone
Although you really hurting him/her
He/she will have a thousand reasons
To be inside of you
Till the end of this world

Like the rains did...
Never leave the cloud in every bad condition

Senin, 04 November 2013

A Little Hopes

I wanted to be like you
Feel the happiness of this world
Cheer to sing a beautiful song
Dancing without shame
All of your life I want it
Do you know?
Do you know?
Do you know it?

Destiny makes me different
Bring my life to the grey side
Never knowing what it’s mean
I stay away from the crowded places
And sit alone by myself

See the winds cross my face
Feel the smoke in every breath
Think the truth that never comes true
It is all my life, unlike you did
I am staying behind the darkness cloud
Start to built a sweet dream
With love, peaceful, and a little hopes



Sabtu, 26 Oktober 2013

Hilang

Ada celoteh yang menari-nari dalam benakku
Tak pernah ku tahu apa itu
Hanya mengusik pikiran dan menjemukanku
Entahlah, semua seperti bom waktu

Saat semua tertawa dalam bahagia
Ku masih tertunduk dalam jelaga
Asa yang dulu pernah ada
Seperti sirna entah kemana

Langit memang tak selalu biru
Matahari tak selalu menderu
Namun satu hal ku tahu
Malam tanpa bintang seperti sendu

Rindu terselip dalam bingkai hati
Tak tahu apa hasrat diri ini
Mengejar mimpi hingga berlari
Namun jejak itu tak kutemui

Semua pergi...

Sabtu, 19 Oktober 2013

wajah malam

Aku seperti rembulan dalam langit malam
Sepertinya bersinar, awalnya
Sepertinya tegar, kelihatannya
Nampaknya mempesona, tak selalu begitu nyatanya
Semua hanya fatamorgana

Rembulan tak seperti pelangi yang begitu berwarna
Mungkin tak sehangat sinarnya mentari
Mungkin tak berkilau seperti bintang
Hanya bersinar semampunya
Bahkan sinarnya palsu
Hadirkan senyum yang juga palsu

Bila aku pelukis
Mungkin lukisannku adalah wajah Tuhan
Namun aku hanya pengemis
Sedikit meminta kasih dari rembulan
Maka Tuhan begitu adil
Sinar bulan begitu indahnya

Temani kesepian yang bergumul dengan asap

Minggu, 13 Oktober 2013

Kesepian

Kurasa degup jantung ini disetip hembusan nafas
Rasanya seperti menghirup abu kremasi masa lalu
Kenikmatan yang begitu menyakitkan
Entah ingatan seperti apa
Namun jiwa ini hidup dalam kesenyapan

Ada bayangan muncul dalam angan-angan
Seperti mengajakku menari-nari dalam indah malam
Bahkan bila harus berakhir semua mimpi
Jikalau itu sembuhkan luka di hati
Aku ingin sekali berbagi
Tapi masihkah kau seperti dulu
Bahkan langit kita berbeda

Ku usir semua gundah dengan bernyanyi
Nyanyian yang mungkin aku tak mengerti apa
Hanya suara hati yang terdengar
Ratapannya memanggil-manggil kenangan
Inikah kerinduan yang mendalam

Atau hanya tetesan kesepian

Jumat, 04 Oktober 2013

Sangsi

entah mengapa agak berbeda
seperti bayanganku ingin lepas
terbang menyusuri awan
melayang merasakan derap angin
menjadi diriku yang lain

malam bukanlah seperti yang terimpikan
namun rembulan masih mengagumkan
setegar karang di tepian pantai
maka hanya mentari yang terabaikan
kenangan kegelapan dalam bukit pasi

adakah damai hati
layaknya sentuhan pelangi
namun hanya datang untuk pergi
yang harus terlukai adalah buih
segera lenyap termakan hari

Selasa, 01 Oktober 2013

Titian Sendu

aku berjalan dalam kegelapan
dengan mata terpejam dan sedikit harapan
mentari esok kan datang
meski jalan panjang membentang
aku berjalan dalam harapan

menggapai bintang bersama rembulan
tarian malam senyap terkekang
di langit berjuta pemikiran
hanya risau yang terkenang dalam buaian
hingga datang pelangi senja
tanpa badai juga lentera

setapak mimpi ku daki dalam duka
seuntai asa kugenggam bersama luka
hidup hanya alur cerita
Tuhan yang mencipta
aku berjalan dalam garis garis kelam

Jumat, 13 September 2013

Syair Rinduku

kurasa sepi dunia ini
hanya tiup angin yang bermelodi 
terurai kisah lalu kembali
suka duka yang terlewati

teringat saat ku tertatih
kau bimbing aku tanpa letih
walau ku jatuh dan merintih
kau kuatkanku penuh kasih

kini engkau telah pergi
tinggalkan aku sendiri
air mata ini tak terhenti
inginkan hadirmu disisi

Rabu, 01 Mei 2013

Langkah Semu



saat belajar berdiri aku takut terjatuh

ketika mulai melangkah aku khawatir langkahku akan terheti

aku trus menc0ba hingga mjd terbiasa untukku 

langkahku semakin cepat dn jalan panjang menghadang d hadapku 

d tengah jalan ada kerikil kecil menyakiti kakiku, namun ku tetap melangkah 

hingga sebatang duri kecil mer0bek kulit kakiku 

membuatku merasakan sakit d setiap langkahku 

jalan d hadapku menjadi kian semu 

spt fatam0rgana dalam mayapada 

timbullah pertanyaan dalam benakku

kapankah ku gapai garis yg akan mengamankan hidupku? ? ?

mungkinkah aku kan sampai ? ? 

bahkan jalanan d pelupuk mata kian semu...

Kamis, 18 Oktober 2012

Tak Mampu


Aku kehilangan masa mudaku
Waktuku seperti direnggut takdir yang kejam
Masa dimana seharusnya aku mencari diriku
Kini harus ku gunakan untuk melawan kerasnya hidup
Bergelut dengan kerasnya kehidupan
Yang bisa saja menelanku kapan pun

                Apa arti hidup dan kehidupan
                Kebahagiaan hanyalah bayangan semu
                Yang tak mungkin ku rengkuh
Meski ku berjuang sekuat tenaga
                Aku mulai lelah karena berjalan seorang diri
                Hilang sudah semua mimpi indah yang ku bangun dulu
                Aku tak mampu melangkah lagi

Bintang-bintang pun seperti membiarkan aku jatuh
Tak ada pertolongan untuk manusia sepertiku
Aku menyesal mengapa ini jalanku
Kenapa tak sama dengan mereka
Aku ingin kehidupanku yang dulu
Tapi itu tak mungkin
Aku tak mampu TUHAN

Sabtu, 09 Juni 2012

RISAU


Aku kehilangan masa mudaku
Waktuku seperti direnggut takdir yang kejam
Masa dimana seharusnya aku mencari diriku
Kini harus ku gunakan untuk melawan kerasnya hidup
Bergelut dengan kekerasan kehidupan
Yang bisa saja menelanku kapan pun

                Apa arti hidup dan kehidupan
                Kebahagiaan hanyalah bayangan semu
                Yang tak mungkin ku rengkuh
    Meski ku berjuang sekuat tenaga
                Aku mulai lelah karena berjalan seorang diri
                Hilang sudah semua mimpi indah yang ku bangun dulu
                Aku tak mampu melangkah lagi

Bintang-bintang pun seperti membiarkan aku jatuh
Tak ada pertolongan untuk manusia sepertiku
Aku menyesal mengapa ini jalanku
Kenapa tak sama dengan mereka
Aku ingin kehidupanku yang dulu
Tapi itu tak mungkin
Aku tak mampu TUHAN 

Jumat, 20 April 2012

LELAH


Angin dingin merasuk dalam rusuk-rusuk tubuh ini
Mematahkan angan akan kehangatan dunia fana
Mengapa tanah ini seakan mengaras bagai bebatuan di puncak itu
Apakah impian akan rumah yang hangat dengan seiris roti hanya mimpi di kala terjaga
Tak ada kebahagiaan dalam hidup melainkan air mata
Tak akan ada kepuasan melainkan dalam kematian
Dan tak pula ada kematian dalam dalam setitik harapan

Mungkin takdir tak pernah kejam
Tetapi dunia memberikan sejuta alasan akan kesengsaraan
Bertahan dan berperang melawan waktu yang tak tahu kapan akhirnya
Mimpi hanyalah lentera kecil dalam gulita yang merajai mayapada
Angan tentang tawa itu sirna bersama senja yang menelan siang
Menyisakan air mata di pelupuk malam

Ingin rasanya berhenti dan menyerah mengejar mimpi yang menjauh perlahan
Tetapi langkah ini terlanjur jauh meninggalkan pijakan di ujung kehidupan itu
Pagar yang menjulang itu menghadang menjadi rintangan yang kian nyata
Kerikil-kerikil tajam itu mengiringi setiap langkah bersama derita
Membuat jalan itu memerah akan darah perjuangan
Aku mulai lelah karenanya

Rabu, 28 Maret 2012

Indonesiaku di Akhir Zaman


Pekik para remaja itu menggema di angkasa
Teriakkan satu hasrat jiwa dan raga
Indonesia jaya kini bergejolak dalam derita rakyatnya
Pemimpin yang tak sadar akan rasa dan karsa yang di pimpinnya
Menjadi sosok yang siap mencekik urat leher sang jelata

Bangsa ini tidaklah mati dalam kemiskinan
Tetapi tak sadar dan mati suri dalam lumbung padi
Tanah surga kebanggaan leluhur Indonesia tamatlah sudah
Bersama si miskin yang tengah  menggali liang kuburnya sendiri
Siapa yang peduli
Tak juga tangan-tangan rakyat di atas sana

Mereka terdiam tak berbuat apa-apa
Lantas untuk apa mereka dijuluki “Wakil Rakyat”
Yang digaji dan hidup dari uang rakyat juga si miskin
Bila untuk sekedar melihat bangsa ini mati perlahan
Jika hanya untuk menyaksikan si miskin kelaparan
Membusuk di kolong jembatan yang hina itu
Sedang mereka terlelap tidur
Dalam ranjang istana megah nan nyaman

Cita-cita bangsa yang besar
Hanyalah dongeng pengantar tidur belaka
Tak ada yang sesuai seperti harapan 67 tahun silam
Indonesia kini di ambang kehancuran
Pemerintah kini menjadi musuh yang diperangi rakyatnya
Tanpa ada yang menyadari
Bangsaku kini akan hilang dalam kemunafikan

Pahlawan-pahlawan pejuang kemerdekaan
Mungkin tengah berperang di alam baka
Menyaksikan tanah air yang ia bela segenap jiwa
Perlahan  tenggelam dalam lautan zaman yang edan

Remaja-remaja itu
Memberontak pada ketidakpedulian
Tapi tidak pula memberi solusi tajam
Yang akan menjadi senjata dalam peperangan melawan zaman

Oleh Beti Kurniawati
Islamic University of Malang

Sabtu, 17 Maret 2012

SANDIWARA HIDUP

Kadang hidup memang tak seharum mawar di taman
Tapi ia tetap setegar karang di lautan
Meski air bah datang menghadang tetap kokoh dan tak bergeming
Tetap setia menemani lautan yang selalu menggelora
Tak pernah letih dan tak merasa bosan

Harapan baru muncul bersama hari baru dalam hidup ini
Setiap hari bagai sandiwara yang penuh klimaks
Dengan Tuhan sebagai penulis naskah kehidupan yang adil
Bak seorang aktor terkenal yang tengah menjalani skenario  
Hidup pun terasa sangat menegangkan seperti layaknya drama
Akhir cerita kehidupan ini adalah maut

Kematian adalah milik semua makhluk yang bernyawa
Rumah paling indah hanyalah pusara tua
Dengan taburan bunga-bunga mewangi
Seperti wangi ujung surga tempat kembali mereka yang shaleh
Bersama semua keindahan yang di sediakan Tuhan
Inilah happy ending drama kehidupan Tuhan
Dan neraka adalah sad ending dalam sandiwara kehidupan ini
Tuhan adil dan bijaksana pada setiap makhluknya. . . 

Sabtu, 10 Maret 2012

jeritan hati

langit malam ini begitu muram
terasa menyesakkan dada yang gundah
bintang di angkasa menari-nari dalam rinai hujan malam ini
apa yang disembunyikan rembulan pada bumi
yang perlahan tenggelam dalam lautan kenistaan
bahkan burung-burung itu pun tau
hanya diri ini sendiri dalam gelap
tak tau apa-apa

jeritan ini memanggil dirinya kembali
tapi apa daya
semua berlalu begitu cepat
laksana petir menyambar pepohonan kokoh itu
tangis ini seolah tiada arti dan tak merubah apa pun
takdir ini memang begini jalannya
semua terjadi dan meninggalkan duka yang begitu dalam
jerit hati ini memanggilnya untuk kembali
tapi tak bisa

jeritan ini meninggalkan duka di palung hati
andai kalian mengerti
ini bukan soal cinta bukan pula harta
inilah kasih sayang tiada tara
yang tak akan kalian mengerti dan tak kan pernah
inilah kisah pilu dalam tawa dunia fana
jeritan ini semakin akan membunuh jiwa dalam duka

Kamis, 01 Maret 2012

ANGANKU

Inikah anganku
Angan tentang masa itu
Semua berlalu tanpa q tau
Andai ku puny sdkt waktu
Akn q putar waktu kmbli k masa itu
Akn q perbaiki semua
Hingga hilang sesal ini
Tp apa daya
Semua tlah berlalu
Q hanya duduk terpaku
Merasakan sgala kepiluan ini