Kamis, 01 Maret 2012

RAPUH

0h Tuhan
T0lang aku
Nyatanya aku tak setegar karang d tepi lautan
Atau mentari yg menerangi bumiku

Beri sedikit kekuatan
Agar ku bisa spt mereka
Berlarian d padang asmara
Hingga petang tiba
Hingga semua sirna

Aku masih sendiri
Dengan luka yg kian membusuk
Derita lama dalam dada
Terkubur bak raga penuh d0sa
Dalam pusara angan2 belaka

LANTAS APA

Malam tak seindah biasanya
Kabut turun d lembah kegelapan
Menelan serpihan sesal di hati
Kenapa malam tak juga pagi
Es0k mentari kan menari2
Dalam kubangan duka silam
Lantas apa?

HIDUP

Aku berjalan di atas titian kehidupan
Yang sewaktu2 dpt tergelincir pd lubang kenistaan
Dapatkah kau rasa belaian sang bayu yg mengalun merdu
Membelai celah lembah ujung hatimu
Mengapa tak kau tanyakan pada rembulan
Risau hati tak berujung tak berpengkal.
Ahh,, hidup yg membingungkan

AKU DAN TUHANKU

Cukup aku dan Tuhanku
Yg tau betapa terlukany hatiku
Cukup aku dan Tuhanku
Yg tau btp 0rg2 menyakitkanku
Ckp aku dn Tuhanku
Yg tau hasrat dlm hatiku
Ckp aku dn Tuhanku
Yg tau btp bnyk air mataku
Cukup aku dan Tuhanku
Kau tak perlu tau
Kalian juga begitu
Biar kusimpan semua sedihku
Dan hanya akan kubagi bahagiaku
Pada kalian sahabatku
Pada kalian yg peduli padaku
Yg menyayangiku
Bahkan yg membenciku. . .
Cukup aku dan Tuhanku
Biarlah ini menjadi rahasia dalam kalbuku
Yg tak kan kalian tau. . .

TAKUT

Yang ku takutkan adalah
Sendiri di keramaian
Kesepian di keriuhan
Bila begitu ada dayaku
Aku harus bagaimana
Ah biarlah
Mungkin sese0rang kan datang menghampiriku
Aku akan menunggu